Iri Hati Yang Harus di Pupuk

Iri hati mungkin sebagian orang berusaha untuk menghilangkannya. Karena dengan rasa itu terus hinggap di hati, lambat laun akan merusak diri sendiri. Dengan terus iri hati terhadap orang lain akan membuat seseorang menjadi pribadi yang lemah. Karena hanya bisa iri dengan sesuatu hal yang orang lain punya tanpa mau atau berusaha mencoba untuk mendapatkan hal tersebut. Rasa iri mulai menghinggapi hati saya. Bermula ketika salah satu adik kelas saya memposting sesuatu di grup dan media sosialnya. Dia sedang membuat skrip load balancong PCC 2 ISP dan Fail over dengan bahasa python. Saat itu saya hanya terdiam, dan bertanya dalam diri sendiri. “Nih anak kenapa bisa buat skrip canggih kaya gini, sih?”. “Padahal kan w dulu yang ngajarin dan mempertemukan ke dunia networking, kenapa dia sekarang menjadi lebih jago dari w. Bikin Envy aja”. Pikiran itu terus terngiang ngiang dikepala saya. Dan mulai lah muncul perasaan itu. Iri hati, perasaan yang hanya bisa dengki dengan apa yang orang punya tanpa bisa memilikinya. Perasaan yang sangat menyiksa.

Sampai saya disuatu titik. Yang mempertemukan saya dengan apa yang harus saya lakukan. Saat saya sedang membaca komik favorit saya. “Deadly 7 inside me” namanya. Jawaban itu pun muncul dari salah satu kharakter, iri hari (Envy) namanya. Sang dosa besar iri hati yang hanya bisa iri dengan apa yang orang lain punya, tanpa mau berusaha untuk memiliki hal tersebut juga. Dicerita yang saya baca dia sedang mau kudeta kekuasaan Pride dengan dibantu para dosa bebas. Awal mula penyerangan berjalan sedikit lancar, karena ditahan oleh dosa junior. Sampai akhirnya mereka di lantai dosa besar Lust. Teryata mereka dijebak oleh kaki tangan pride. Penghianat itu adalah salah satu dari dosa bebas. Mereka terpojok melawan langsung dosa besar Pride dan Lust mereka tidak sanggup apalagi ditambah penghianat yang membuat Envy dan para dosa bebas terperangkap terpojok. Padahal disini Envy adalah dosa besar no 2 tapi dia tidak bisa berbuat apa – apa. Malah seperti beban dalam team. Ya gimana lagi kalau cuma bisa iri hati tanpa mau berusaan, ya gitu jadi nya. Karena cuma bisa iri menganggap diri ini lemah. Tanpa tau potensi diri sendiri.

Ya seperti cerita atau manga yang sering saya baca. Ketika karakter utama mulai sang komikus akan membuat karekter utama mampuh mengeluarkan potensi dirinya. Bahasa gampangnya menjadi lebih kuat ketimbang lawannya. Disini saya kagum dengan komikusnya, dia tidak langsung membuat si karekter utama langsung menjadi hebat. Tapi mengalami proses. Saat Envy mulai terpojok dan terancam terbunuh oleh dosa besar Lust. Dia seperti melihat ingatan Sinner nya ketika ia hidup. Disini ia belajar sesuatu hal, sang sinner memulai hidup penuh penderitaan, karena terlahir sebagai ras yang lemah. Bukan sebagai ras arya. Apa lagi dia hidup saat perang dunia ke 2 sedang berlangsung, di Jerman. Itu pasti sangat berat apalagi dia cuma anak kecil. Hidup dianta ras yang tidak menganggap dia ada, selalu mengkucilkan ras dia, dan menindas dia. Hal itu lah yang membuat perasaan iri hatinya muncul. Perasaan dengki, iri dan benci yang memenuhi seluruh tubuh kecil nya itu.

Sampai suatu hari dia bertemu dengan seseorang yang akan membuka pikirannya. Berawal dari sang sinner yang sedang berjalan – jalan sambil mencari makan. Dia bertemu dengan dia. Dia adalah gadis penakut dari keluarga kaya raya. Saat sinner melihat dia pertama kali rasa iri hatinya semakin besar. Dia iri kenapa bukan dia diposisi itu, duduk di perapian hangat dengan keluarga sambil membuka kado hadiah ulang tahun. Namun pikiran sinner berubah ketika melihat kebaikan dari dia. Dia memberikan makanan pada sang sinner, walaupun dia sendiri ketakutan. Awalnya sang sinner tidak mau menerimanya. Dia pikir “gak butuh belas kasihanmu, dasar anak kaya” namun perutnya berkata lain. Dengan terpaksa sang sinner mengambil makanan tersebut. Secercah kebaikan yang menghangatkan iri di hati.

 

Hari yang ditakutkan Jerman pun tiba musim semi 1945 pasukan sekutu menyeberangi sungai rhine untuk mengalahkan Jerman. Pada titik ini perang dunia kedua mulai mencapai akhir. Jerman porak poranda. Sekutu membuat kota menjadi kacau balau. Sang sinner melihat kondisi seperti ini berusaha untuk kabur dari kota menuju perbatasaan. Di tengah jalan sinner bertemu dia. Gadis kecil penakut yang dulu pernah memberikan makanan ke sang sinner. Dia terpisah dari kedua orang tuanya ketika sekutu menyerang. Karena kasihan sang sinner pun membawa gadis kecil itu ikut bersamanya. Selama perjalanan sang sinner merasa senang karena orang – orang yang membuat dia iri, dengki dan benci hancur oleh perang ini. Tidak terkecuali kepada gadis kecil ini. Namun saat dia mengingat kebaikan gadis itu perasaan dia berubah. Hati yang selalu dingin karena iri hati, diisi kehangatan dari kebaikan hati gadis itu. Saat sang sinner sedang melamun, dikagetkan oleh si gadis kecil itu. Sang gadis kecil mulai mengajak sinner berbicara. Dari sini sang sinner mulai tersadar dengan iri hati nya dan memulai membuka diri. Dari pada dia terus iri tanpa melakukan apapun lebih baik rasa iri itu dia pakai untuk memotivasi dirinya untuk menjadi orang yang lebih ketimbang orang yang membuat dia iri hati.

Dari situ saya tersadar kalau cuma menyimpan rasa iri hati hanya akan membuat diri ini lemah. Karena cuma bisa iri dan dengki tanpa bisa melakukan apapun. Saya mulai merubah pola pikir saya, yang sebelumnya iri hati saya manfaatkan sebagai motivasi diri saya agar bisa lebih baik dari orang itu atau bahkan melampauinya. Langkah awal saya untuk mengalahkan adik kelas saya adalah dengan mempelajari bahasa pemrograman. Dan mencoba membuat skrip, ya walaupun gak secanggih punya dia sih yang bisa load balancong PCC 2 ISP dan Fail over. Skrip saya cuma bisa setup beberapa service server. Itu pun masih dalam tahap pengembangan. Ya walau pun begitu saya yakin bisa melampaui adik kelas saya dengan terus menyimpan rasa iri di hati saya. Sebagai bahan bakan untuk saya terus melampaui dia.

Mungkin kalian berfikir sifat buruk adalah sifat yang harus dihindari, tapi saya berfikir berbeda. Karena saya yakin bahwa sifat buruk pun dapat berdampak baik bagi diri sendiri. So pesan saya mulai lah menjadi pribadi yang iri hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *